DLH Kaltim dan GIZ GBFI Sosialisikan Sistem Informasi Kehati untuk Perkuat Tata Kelola Lingkungan Berbasis Digital
SAMARINDA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan GIZ GBFI secara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati melalui Sistem Informasi Keanekaragaman Hayati (Kehati) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan platform digital yang dirancang sebagai pusat data terintegrasi dalam upaya perlindungan dan pemantauan ekosistem daerah.
Langkah strategis ini menjadi fondasi penting dalam menyatukan data baseline, pemantauan spesies, hingga perencanaan perlindungan kawasan secara digital di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Menjawab Tantangan Pengelolaan Ekosistem Kaltim
Provinsi Kalimantan Timur dikenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mencakup ekosistem hutan hujan tropis, gambut, karst, hingga bentang pesisir dan laut. Selain menjadi penyangga kehidupan dan penyedia jasa lingkungan, keberadaan kehati merupakan bagian krusial dari komitmen pemprov dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon.
Sejalan dengan pemenuhan target Rencana Induk Pengelolaan Kehati Kaltim 2025–2029, diperlukan tata kelola yang tidak lagi manual, melainkan berbasis data yang akurat, terpadu, dan dapat diakses secara real-time oleh seluruh pemangku kepentingan.
Pengembangan sistem informasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pemantauan efisien terhadap aksi-aksi konservasi dan pengelolaan kehati yang selama ini telah berjalan di lapangan oleh berbagai pihak.
Tujuan dan Fokus Sosialisasi
Melalui sosialisasi ini, DLH Kaltim bersama GIZ GBFI menetapkan tiga pilar sasaran utama:
- Peresmian Publik: Memperkenalkan dan meresmikan operasionalisasi Sistem Informasi Kehati di tingkat Provinsi Kalimantan Timur secara luas.
- Edukasi Pengguna: Memberikan pemahaman mendalam mengenai fitur sistem, alur verifikasi dan input data, serta cara memanfaatkan data pemantauan untuk pengambilan keputusan.
- Sinergi & Kolaborasi: Membangun komitmen bersama antar-instansi pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), mitra pembangunan, hingga pengelola kawasan seperti KPH, KUPS, dan masyarakat adat/lokal.
Komitmen Bersama dan Protokol Berbagi Data
Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya kesepakatan pembagian peran atau data sharing protocol. Protokol ini penting untuk memastikan pemutakhiran data keanekaragaman hayati dapat dilakukan secara berkala dan konsisten.
Dengan beroperasinya Sistem Informasi Kehati Kalimantan Timur, seluruh data keanekaragaman hayati kini dapat terkonsolidasi dengan baik, sehingga mampu mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di masa depan.