Platform pusat data biodiversitas untuk pemantauan, penelitian, dan pelestarian kekayaan hayati di wilayah Kalimantan Timur secara real-time dan terintegrasi.
Tercatat di Sistem Kaltim
Hanya di Kalimantan/Kaltim
Status P106/CITES/IUCN
Indeks Kahati Provinsi
Visualisasi lokasi kawasan konservasi dan titik observasi spesies di seluruh Kalimantan Timur secara interaktif.
Analitik lengkap temuan lapangan, distribusi kawasan, dan status konservasi keanekaragaman hayati Kalimantan Timur.
Proporsi flora, fauna, dan kategori lainnya.
Distribusi kategori Red List IUCN dari seluruh spesies tercatat.
Rincian spesies endemik Kaltim, Kalimantan, native, dan invasif.
Total dan temuan terverifikasi berdasarkan wilayah administratif kabupaten/kota.
Total dan temuan terverifikasi pada kawasan konservasi.
Persentase irisan spasial (> 0%) per kabupaten/kota.
Persentase irisan spasial (> 0%) per kawasan konservasi.
Persentase irisan spasial (> 0%) per ekoregion di Kalimantan Timur.
Belum ada data distribusi spasial dengan persentase > 0%.
Data akan muncul setelah pencatatan spesies dilakukan.
| Kabupaten / Kota | Total Temuan | Terverifikasi | Spesies Unik | Distribusi Resmi |
|---|---|---|---|---|
|
location_on
KUTAI BARAT
|
5 | — | 2 | — |
|
location_on
BALIKPAPAN
|
3 | — | 3 | 1 |
|
location_on
KUTAI KARTANEGARA
|
2 | — | 2 | — |
|
location_on
BERAU
|
1 | verified 1 | 1 | 1 |
|
location_on
BONTANG
|
1 | — | 1 | 1 |
|
location_on
MAHAKAM HULU
|
1 | — | 1 | 1 |
|
location_on
PASER
|
1 | — | 1 | — |
|
location_on
SAMARINDA
|
1 | — | 1 | 1 |
|
location_on
KUTAI TIMUR
|
0 | — | — | — |
|
location_on
PENAJAM PASER UTARA
|
0 | — | — | 1 |
| Total | 15 | 1 | — | 6 |
Data di-cache selama 30 menit.
Gambaran hierarki node framework RIP-KEHATI beserta jumlah rencana aksi, laporan realisasi, integrasi lintas framework, keterhubungan SIPD, dan pemangku kepentingan.
Gambaran hierarki node framework RIP-KEHATI beserta jumlah rencana aksi, laporan realisasi, integrasi lintas framework, keterhubungan SIPD, dan pemangku kepentingan.
Seluruh program dan rencana aksi dalam RIP-KEHATI Kaltim diselaraskan dengan target biodiversitas global PBB (CBD), strategi nasional Indonesia, dan nomenklatur perencanaan anggaran daerah.
Tingkat keterhubungan 209 Program RIP-KEHATI terhadap kerangka global, nasional, dan anggaran daerah
ℹ️ Catatan: Grafik ini menyajikan cakupan keterhubungan dari 209 Program RIP-KEHATI pada setiap kerangka acuan. Karena satu program dapat diselaraskan ke kerangka Global (KM-GBF), Nasional (IBSAP), sekaligus Anggaran Daerah (SIPD) secara bersamaan, persentase tiap kategori dihitung mandiri terhadap 209 program.
Target Biodiversitas Global PBB
Strategi & Rencana Aksi Nasional
Nomenklatur Anggaran APBD
Inisiatif Khusus Lokal Kaltim
💡 Grafik donat memvisualisasikan perbandingan rasio keterhubungan antar-kerangka, sedangkan kartu di atas menampilkan jumlah & persentase cakupan terhadap 209 program.
Sebaran aksi konservasi Kalimantan Timur pada 23 Target Global KM-GBF (TARGET.1 s/d TARGET.23)
ℹ️ Catatan: KM-GBF (Kunming-Montreal) memiliki 23 target aksi untuk 2030. Grafik ini menampilkan khusus tingkat Target (TARGET.1–23) yang didukung oleh Program RIP-KEHATI Kaltim.
Pemetaan granular program konservasi daerah terhadap 4 kategori indikator pemantauan resmi Keputusan CBD 16/31
ℹ️ Catatan: Berdasarkan Keputusan CBD COP 16 (Decision 16/31), kerangka pemantauan KM-GBF terdiri dari 204 indikator resmi yang terbagi menjadi 4 tingkatan: Headline (Wajib Global), Binary (Kuesioner Kebijakan/Regulasi), Component (Tematik Spesifik Isu), dan Complementary (Konteks Sub-Nasional/Lokal). Satu program RIP-KEHATI dapat berkontribusi pada beberapa indikator sekaligus.
Indikator Utama Wajib Global
Kuesioner Kebijakan & Regulasi
Indikator Tematik Spesifik Isu
Konteks Sub-Nasional / Lokal
Distribusi 307 relasi pemetaan program berdasarkan kategori indikator COP 16
Rincian jumlah Program RIP-KEHATI yang mendukung masing-masing indikator resmi (49 indikator aktif)
Sebaran aksi konservasi Kalimantan Timur pada target IBSAP Nasional
ℹ️ Catatan: IBSAP (Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan) adalah strategi nasional keanekaragaman hayati Indonesia. Grafik ini menunjukkan penyelarasan program RIP-KEHATI Kaltim dengan target prioritas nasional.
Perbandingan Plans, Integrasi Framework & SIPD
Pagu Rencana Aksi vs Realisasi vs Alokasi SIPD
Komposisi OPD, UPT, Kampus, NGO & Swasta
| Node Framework | Rencana | Laporan | Integrasi Framework Target | SIPD |
|---|---|---|---|---|
|
Goal 1
3 obj · 43 prog
Meningkatkan upaya konservasi keanekaragaman hayati, meliputi: ekosistem habitat satu/beberapa jenis tumbuhan/satwa tertentu baik tumbuhan/satwa di daratan maupun perairan (konservasi in-situ), konservasi ek-situ, konservasi lekat lahan, dll
|
86 | 0 |
154 Integrasi
|
79 |
|
Objektif 1.a
21 program
Peningkatan konservasi in-situ
|
42 | 0 | 75 | 42 |
|
└─
1.a.1
Pengelolaan data dan pembinaan habitat spesies penting Kalimantan Timur
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.1
Indeks Informasi Spesies
|
3 |
|
└─
1.a.2
Pemuhtahiran informasi kondisi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi di Kalimantan Timur
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.a.3
Pemutakhiran informasi kondisi kawasan kelola masyarakat dalam skema perhutanan sosial (PS)
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.a.4
Pemutakhiran informasi kondisi Kawasan Bernilai Ekosistem Penting di Kalimantan Timur
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.1
Daftar Merah Ekosistem
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
5 |
|
└─
1.a.5
Pengelolaan Kebun Raya
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
12.1
Rata-rata proporsi area terbangun kota yang berupa ruang hijau atau biru untuk penggunaan publik bagi semua
|
1 |
|
└─
1.a.6
Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
12.1
Rata-rata proporsi area terbangun kota yang berupa ruang hijau atau biru untuk penggunaan publik bagi semua
|
1 |
|
└─
1.a.7
Identifikasi Usaha dan/atau Kegiatan Terbangun di Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
|
2 | - |
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
4 |
|
└─
1.a.8
Penguatan perencanaan KSA, KPA
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.a.9
Peningkatan Perlindungan dan Pengamanan di Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasam Pelestarian Alam (KPA)
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.a.10
Peningkatan Efektifitas Pengelolaan KSA dan KPA,
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
- |
|
└─
1.a.11
Optimalisasi tata kelola kerja sama penguatan fungsi dan pembangunan strategis di Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
1 |
|
└─
1.a.12
Pengendalian Kebakaran di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
KM-GBF
A.CT.2
Indeks Integritas Ekosistem
|
2 |
|
└─
1.a.13
Kerja Sama Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.a.14
Rekomendasi Pengelolaan Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
|
1 |
|
└─
1.a.15
Peningkatan kompetensi pengelola kawasan konservasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.14
Terwujudnya Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keamanan Hayati
KM-GBF
TARGET.17
Target 17: Langkah keamanan hayati dan penanganan bioteknologi
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
1 |
|
└─
1.a.16
Identifikasi tipe, luasan, dan status keterancaman ekosistem
|
2 | - |
IBSAP
TN.6
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Dampak Negatif Pencemaran Lingkungan Hidup terhadap Keanekaragaman Hayati
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.7
Target 7: Mengurangi risiko dan dampak pencemaran (nutrien, pestisida, plastik)
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.1
Daftar Merah Ekosistem
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
4 |
|
└─
1.a.17
Penilaian kesehatan ekosistem di ekosistem darat, perairan darat, pesisir dan laut
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
KM-GBF
A.1
Daftar Merah Ekosistem
KM-GBF
A.CT.2
Indeks Integritas Ekosistem
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
1 |
|
└─
1.a.18
Peningkatan efektivitas pengelolaan spesies ikan dilindungi dan/atau terancam punah
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
- |
|
└─
1.a.19
Pemantauan Populasi dan Distribusi Spesies target terancam punah
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.1
Indeks Informasi Spesies
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
4 |
|
└─
1.a.20
Pemantauan habitat spesies target di tujuh ekoregion
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
4 |
|
└─
1.a.21
Identifikasi Potensi Kehati Kawasan Lindung dan Geopark
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
- |
|
Objektif 1.b
17 program
Peningkatan konservasi ek-situ
|
34 | 0 | 60 | 31 |
|
└─
1.b.1
Pemantaun Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
2 |
|
└─
1.b.2
Penyadartahuan pentingnya kelestarian kehati
|
2 | - |
IBSAP
TN.16
Terwujudnya Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Nasional
KM-GBF
TARGET.14
Target 14: Mengintegrasikan keanekaragaman hayati ke dalam kebijakan, perencanaan, proses pembangunan, dan akuntansi
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
1 |
|
└─
1.b.3
Pemantauan perdagangan satwa legal maupun illegal
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
3 |
|
└─
1.b.4
Kajian peluang domestikasi hewan tertentu untuk kebutuhan daging dan hewan peliharaan
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
KM-GBF
10.1
Proporsi luas lahan pertanian di bawah pertanian yang produktif dan berkelanjutan
|
1 |
|
└─
1.b.5
Pemutakhiran data kondisi Lembaga Konservasi di Kalimantan Timur
|
2 | - |
IBSAP
TN.15
Terwujudnya Penguatan Pengetahuan melalui Integrasi Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
1 |
|
└─
1.b.6
Mendukung dan Membantu Pembuatan dan Pengelolaan Taman Kehati di Kabupaten/Kota di Prov. Kalimantan Timur untuk peningkatan IKLH
|
2 | - |
IBSAP
TN.11
Terwujudnya Peningkatan Ruang Terbuka Hijau dan Biru pada Wilayah Kota atau Kawasan Perkotaan yang dapat Diakses Publik
KM-GBF
TARGET.12
Target 12: Ruang hijau dan biru di wilayah perkotaan dan padat penduduk
IBSAP
12.b
Nilai ekonomi pemanfaatan sumber daya genetik, termasuk melalui mekanisme ABS
KM-GBF
12.1
Rata-rata proporsi area terbangun kota yang berupa ruang hijau atau biru untuk penggunaan publik bagi semua
|
1 |
|
└─
1.b.7
Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.11
Terwujudnya Peningkatan Ruang Terbuka Hijau dan Biru pada Wilayah Kota atau Kawasan Perkotaan yang dapat Diakses Publik
KM-GBF
TARGET.12
Target 12: Ruang hijau dan biru di wilayah perkotaan dan padat penduduk
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
12.1
Rata-rata proporsi area terbangun kota yang berupa ruang hijau atau biru untuk penggunaan publik bagi semua
|
1 |
|
└─
1.b.8
Penguatan pengelolaan areal dengan Keanekaragaman Hayati Tinggi di luar Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
TARGET.17
Target 17: Langkah keamanan hayati dan penanganan bioteknologi
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
1 |
|
└─
1.b.9
Pembinaan pengelolaan ABKT pada areal izin usaha
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
1 |
|
└─
1.b.10
Perencanaan Pengelolaan ABKT di luar kawasan konservasi
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
1 |
|
└─
1.b.11
Peningkatan kompetensi pengelola ABKT
|
2 | - |
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
1 |
|
└─
1.b.12
Penguatan Perlindungan keanekaragaman hayati tinggi
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.b.13
Operasionalisasi Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil
|
2 | - |
IBSAP
TN.1
Terintegrasinya perlindungan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi dan ekosistem dalam tata ruang darat dan laut yang terpadu
KM-GBF
TARGET.1
Target 1: Perencanaan tata ruang partisipatif, terpadu, dan inklusif keanekaragaman hayati
|
1 |
|
└─
1.b.14
Identifikasi kawasan konservasi baru yang dicadangkan di tingkat daerah
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.b.15
Rekomendasi Usulan Penetapan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
└─
1.b.16
Pengelolaan Lembaga Konservasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.14
Terwujudnya Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keamanan Hayati
KM-GBF
TARGET.17
Target 17: Langkah keamanan hayati dan penanganan bioteknologi
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
7 |
|
└─
1.b.17
Peningkatan Populasi Tumbuhan dan satwa liar melalui konservasi eksitu
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
3 |
|
Objektif 1.c
5 program
Peningkatan konservasi lekat lahan
|
10 | 0 | 19 | 6 |
|
└─
1.c.1
Identifikasi lahan pertanian yang masih produktif yang dikombinasikan dengan satwa/ternak terutama area LP2B
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
10.1
Proporsi luas lahan pertanian di bawah pertanian yang produktif dan berkelanjutan
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
|
1 |
|
└─
1.c.2
Mengembangkan dan domestikasi spesies lokal untuk tujuan produksi
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
10.1
Proporsi luas lahan pertanian di bawah pertanian yang produktif dan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
- |
|
└─
1.c.3
Pengembangan hasil perikanan tangkap, perikanan budidaya dan/atau rumput laut
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
10.1
Proporsi luas lahan pertanian di bawah pertanian yang produktif dan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
2 |
|
└─
1.c.4
Sosialisasi dan identifikasi untuk lahan tambak ramah lingkungan, terutama yang dibangun tanpa merusak area mangrove
|
2 | - |
IBSAP
TN.15
Terwujudnya Penguatan Pengetahuan melalui Integrasi Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
10.1
Proporsi luas lahan pertanian di bawah pertanian yang produktif dan berkelanjutan
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
|
1 |
|
└─
1.c.5
Penilaian Efektivitas Pengelolaan pada Kawasan Konservasi Perairan
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.3
Target 3: Konservasi minimal 30% daratan, perairan darat, pesisir, dan laut (kawasan lindung dan OECM)
IBSAP
TN.3
Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan yang efektif di kawasan lindung dan area bernilai keanekaragaman hayati tinggi di ekosistem darat dan perairan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
2 |
|
Goal 2
2 obj · 32 prog
Mendorong konservasi sumber daya genetik
|
64 | 0 |
119 Integrasi
|
109 |
|
Objektif 2.a
21 program
Perlindungan terhadap sumber daya genetik
|
42 | 0 | 83 | 74 |
|
└─
2.a.1
Identifikasi jenis-jenis endemik di Kalimantan Timur
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.1
Indeks Informasi Spesies
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
5 |
|
└─
2.a.2
Informasi spesies unik, asli dan berhasil dibudidayakan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
|
5 |
|
└─
2.a.3
Informasi produk ekstraksi dari tumbuhan obat
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
9.CT.1
Indeks Daftar Merah (spesies untuk pangan dan obat)
|
3 |
|
└─
2.a.4
Identifikasi varietas tanaman endemik atau hasil budidaya serta menghimpun breeder tanaman hias yang mampu menciptakan varietas baru
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
2.a.5
Konservasi Keanekaragaman Genetik Spesies tumbuhan di Kebun Raya
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
|
3 |
|
└─
2.a.6
Konservasi Keanekaragaman Genetik tumbuhan dan satwa budidaya
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
KM-GBF
4.CT.4
Proporsi ras lokal yang diklasifikasikan berisiko punah
|
5 |
|
└─
2.a.7
Pengembangan dan penguatan sistem informasi dan Data Sequence Information (DSI)
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
5 |
|
└─
2.a.8
Pemanfaatan bioteknologi dan rekayasa genetika untuk meningkatkan nilai tambah [sesuai dengan kaidah biosafety dan biosecurity]
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
|
5 |
|
└─
2.a.9
Peningkatan entitas yang mendapatkan persetujuan akses pemanfaatan Sumber Daya Genetik tumbuhan dan satwa liar
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
13.CT.1
Jumlah total sertifikat yang diakui secara internasional yang dipublikasikan di ABS Clearing-House
KM-GBF
C.1
Manfaat moneter yang diterima sesuai instrumen akses dan pembagian manfaat (ABS) yang berlaku dan disepakati secara internasional
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
4 |
|
└─
2.a.10
Peningkatan entitas yang mendapatkan persetujuan akses pemnfaatan SDG perairan
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
13.CT.1
Jumlah total sertifikat yang diakui secara internasional yang dipublikasikan di ABS Clearing-House
KM-GBF
C.1
Manfaat moneter yang diterima sesuai instrumen akses dan pembagian manfaat (ABS) yang berlaku dan disepakati secara internasional
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
3 |
|
└─
2.a.11
Peningkatan entitas yang mendapatkan persetujuan akses pemanfaatan SDG pertanian
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
13.CT.1
Jumlah total sertifikat yang diakui secara internasional yang dipublikasikan di ABS Clearing-House
KM-GBF
C.1
Manfaat moneter yang diterima sesuai instrumen akses dan pembagian manfaat (ABS) yang berlaku dan disepakati secara internasional
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
2 |
|
└─
2.a.12
Inventarisasi pengetahuan tradisional terkait pemanfaatan sumber daya genetik pertanian
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
2 |
|
└─
2.a.13
Inventarisasi pengetahuan tradisional terkait pemanfaatan sumber daya genetik perairan
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
3 |
|
└─
2.a.14
Pengembangan Bioprospeksi Sumber Daya Genetik Spesies Liar
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
4 |
|
└─
2.a.15
Penerapan bioprospeksi peraiaran
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
|
3 |
|
└─
2.a.16
Penerapan bioprospeksi di bidang hayati dan lingkungan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
5 |
|
└─
2.a.17
Bioprospeksi berbasis biota lokal
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
KM-GBF
C.1
Manfaat moneter yang diterima sesuai instrumen akses dan pembagian manfaat (ABS) yang berlaku dan disepakati secara internasional
KM-GBF
C.2
Manfaat non-moneter dari instrumen ABS internasional yang berlaku
|
3 |
|
└─
2.a.18
Penguatan kelembagaan terkait Pengelolaan Keamanan Hayati (Biosafety)
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
1 |
|
└─
2.a.19
Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Keamanan Hayati (Biosafety) dan Biosecurity Pertanian
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
|
2 |
|
└─
2.a.20
Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Keamanan Hayati (Biosafety) dan Biosecurity Pangan dan Obat
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
|
5 |
|
└─
2.a.21
Rekomendasi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
17.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan melaksanakan langkah keamanan hayati menurut Pasal 8(g) Konvensi dan langkah penanganan bioteknologi serta distribusi manfaatnya menurut Pasal 19
|
3 |
|
Objektif 2.b
11 program
Perlindungan kearifan tradisional
|
22 | 0 | 36 | 35 |
|
└─
2.b.1
Identifikasi pola-pola pengelolaan SDA secara tradisional atau inisiatif lokal
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.2
Partisipasi masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengambilan keputusan terkait pelaksanaan Konvensi di semua tingkat
|
- |
|
└─
2.b.2
Inventarisasi Kehati yang terdapat dalam tiap pola pengelolaan SDA secara tradisional
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.1
Indeks Informasi Spesies
|
5 |
|
└─
2.b.3
Inventarisasi pengetahuan tradisional (kearifan tradisional) tiap etnis dalam mengelola lahan dan Kehati
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
5 |
|
└─
2.b.4
Penetapan wilayah masyarakat hukum adat di pesisir dan pulau-pulau kecil (PPK)
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.1
Indeks Informasi Spesies
|
3 |
|
└─
2.b.5
Identifikasi kearifan lokal yang dipraktikan dalam memanfaatkan tumbuhan dan satwa liar
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
2 |
|
└─
2.b.6
Identifikasi kearifan lokal yang dipraktikan dalam memanfaatkan biota perairan
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
4 |
|
└─
2.b.7
Inventarisasi pengetahuan tradisional terkait pemanfaatan sumber daya genetik kehutanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
2.b.8
Pengakuan terhadap kekayaan intelektual berbasis keanekaragaman hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
13.b
Jumlah negara yang telah mengambil langkah hukum, kebijakan, administratif, dan pengembangan kapasitas yang efektif di semua tingkat untuk menjamin pembagian manfaat yang adil dan merata dari pemanfaatan sumber daya genetik dan DSI, serta pengetahuan...
|
2 |
|
└─
2.b.9
Penguatan NSPK pengelolaan akses dan pembagian keuntungan pemanfaatan keanekaragaam hayati kehutanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
13.b
Jumlah negara yang telah mengambil langkah hukum, kebijakan, administratif, dan pengembangan kapasitas yang efektif di semua tingkat untuk menjamin pembagian manfaat yang adil dan merata dari pemanfaatan sumber daya genetik dan DSI, serta pengetahuan...
|
6 |
|
└─
2.b.10
Penguatan NSPK pengelolaan akses dan pembagian keuntungan pemanfaatan keanekaragaman hayati pertanian
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
13.b
Jumlah negara yang telah mengambil langkah hukum, kebijakan, administratif, dan pengembangan kapasitas yang efektif di semua tingkat untuk menjamin pembagian manfaat yang adil dan merata dari pemanfaatan sumber daya genetik dan DSI, serta pengetahuan...
|
3 |
|
└─
2.b.11
Penguatan NSPK pengelolaan akses dan pembagian keuntungan pemanfaatan keanekaragaman hayati perairan
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
13.b
Jumlah negara yang telah mengambil langkah hukum, kebijakan, administratif, dan pengembangan kapasitas yang efektif di semua tingkat untuk menjamin pembagian manfaat yang adil dan merata dari pemanfaatan sumber daya genetik dan DSI, serta pengetahuan...
|
2 |
|
Goal 3
3 obj · 38 prog
Mendorong dan Mengembangkan Pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan
|
76 | 0 |
174 Integrasi
|
125 |
|
Objektif 3.a
23 program
Menjaga kelestarian tatanan ekosistem sebagai penopang keberhasilan usaha dan mendukung kesejahteraan masyarakat
|
46 | 0 | 124 | 64 |
|
└─
3.a.1
Identifikasi masyarakat yang sangat tergantung dengan keutuhan ekosistem
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
9.2
Persentase penduduk dengan pekerjaan tradisional
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
- |
|
└─
3.a.2
Inventarisasi flora dan fauna yang merupakan sumber kehidupan masyarakat
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
4 |
|
└─
3.a.3
Inventarisasi flora dan fauna yang merupakan sumber kehidupan masyarakat
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
4 |
|
└─
3.a.4
Peningkatan usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat dalam rangka pemanfaatan jasling wisata alam
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
3 |
|
└─
3.a.5
Pemeliharaan dan pembanggunan kebun plasma nuftah untuk tanaman kehutanan dan pertanian
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
|
- |
|
└─
3.a.6
Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
21.CT.2
Partisipasi masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengambilan keputusan terkait pelaksanaan Konvensi di semua tingkat
|
3 |
|
└─
3.a.7
Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
21.CT.2
Partisipasi masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengambilan keputusan terkait pelaksanaan Konvensi di semua tingkat
|
4 |
|
└─
3.a.8
Akses Pemanfaatan Kemitraan Konservasi pada zona/blok tradisional di KPA dan TB
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
22.1
Perubahan penggunaan lahan dan penguasaan lahan di wilayah tradisional masyarakat adat dan komunitas lokal (kode 22.1 mengikuti rujukan Keputusan 16/31 paragraf 30(d); pada tabel Lampiran I kodenya tidak tercetak)
|
3 |
|
└─
3.a.9
Tata kelola kerjasama di KSA, KPA, dan TB
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
21.CT.2
Partisipasi masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengambilan keputusan terkait pelaksanaan Konvensi di semua tingkat
|
5 |
|
└─
3.a.10
Penguatan pemanfaatan TSL yang berkelanjutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
4 |
|
└─
3.a.11
Peningkatan perusahaan pemanfaatan TSL yang memiliki izin
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
2 |
|
└─
3.a.12
Penyusunan Non-detriment Findings (NDF) untuk spesies prioritas yang diperdagangkan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.CT.1
Indeks Daftar Merah (dampak pemanfaatan) untuk spesies yang dimanfaatkan
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
4 |
|
└─
3.a.13
Peningkatan ikan yang dimanfaatkan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
|
2 |
|
└─
3.a.14
Wilayah Pengelolaan Periklanan (WPP) yang menerapkan prinsip perikanan berkelanjutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
|
3 |
|
└─
3.a.15
Pemberian Sistem Perizinan Pusat dan Daerah
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
3 |
|
└─
3.a.16
Penerbitan izin alokasi usaha perikanan tangkap (SIUP)
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
3 |
|
└─
3.a.17
Pengumpulan dan verifikasi Laporan data Logbook
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
|
- |
|
└─
3.a.18
Pengoperasionalan Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI)
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
|
3 |
|
└─
3.a.19
Pemberian rekomendasi kebijakan dari hasil pengolahan dan analisis data pemantauan Observer di atas kapal perikanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
KM-GBF
5.CY.6
Tangkapan sampingan spesies rentan dan non-target
|
4 |
|
└─
3.a.20
Pengawasan kepatuhan Unit usaha sektor perikanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
|
1 |
|
└─
3.a.21
Pengawasan kegiatan penangkapan ikan yang merusak oleh Unit Usaha Perikanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
|
3 |
|
└─
3.a.22
Pengembangan Operasi Intelijen Pengawasan Sumber Daya Perikanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
|
3 |
|
└─
3.a.23
Pengawasan dan Pengendalian IUU Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI)
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
|
3 |
|
Objektif 3.b
9 program
Pengembangan Ekowisata
|
18 | 0 | 29 | 44 |
|
└─
3.b.1
Identifikasi Kawasan potensial untuk ekowisata
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
5 |
|
└─
3.b.2
Perencanaan lokasi kunjungan wisata alam yang terintegrasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
5 |
|
└─
3.b.3
Pengembangan DTW di Tahura
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
5 |
|
└─
3.b.4
Penyiapan kawasan hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
B.1
Jasa yang disediakan oleh ekosistem
|
6 |
|
└─
3.b.5
Rekomendasi izin pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di kawasan konservasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
6 |
|
└─
3.b.6
Rekomendasi izin pemanfaatan jasa lingkungan air di kawasan konservasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
B.1
Jasa yang disediakan oleh ekosistem
|
6 |
|
└─
3.b.7
Peningkatan kualitas promosi dan pemasaran pemanfaatan jasa lingkungan di KSA, KPA, dan TB
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
4 |
|
└─
3.b.8
Destinasi wisata alam yang dikembangkan sarprasnya
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
3 |
|
└─
3.b.9
Kawasan Konservasi yang dimanfaatkan Secara Berkelanjutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.10
Terwujudnya Peningkatan Pemanfaatan Jasa Lingkungan Secara Berkelanjutan
KM-GBF
TARGET.11
Target 11: Memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kontribusi alam bagi manusia
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
4 |
|
Objektif 3.c
6 program
Pengembangan Keanekaragaman hayati unggulan daerah
|
12 | 0 | 21 | 17 |
|
└─
3.c.1
Gerakan menanam tanaman jenis lokal
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
|
5 |
|
└─
3.c.2
Mendorong pedagang tanaman hias untuk memanfaatkan dan mengembangkan tumbuhan asli sebagai komoditi yang diperdagangkan
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
3 |
|
└─
3.c.3
Inventarisasi dan identifikasi tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman hias dari hutan alam dan lahan pertanian masyarakat
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
3 |
|
└─
3.c.4
Inventarisasi dan identifikasi tumbuhan yang berpotensi sebagai jamu dari hutan alam dan lahan pertanian masyarakat
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
3.c.5
Inventarisasi jenis-jenis ikan dan satwa perairan yang merupakan sumber mata pencaharian masyarakat dan berpotensi untuk dibudidayakan
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
2 |
|
└─
3.c.6
Pemanfaatan Kehati sebagai objek edukasi masyarakat Prov. Kalimantan Timur (Pendidikan Lingkungan Hidup)
|
2 | - |
IBSAP
TN.9
Terwujudnya Praktik Budi Daya Berkelanjutan di Bidang Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
1 |
|
Goal 4
4 obj · 64 prog
Memperlambat, mengurangi dan mengendalikan laju kerusakan / degradasi dan kepunahan kehati
|
129 | 0 |
220 Integrasi
|
150 |
|
Objektif 4.a
26 program
Pengurangan dan rehabilitasi kerusakan ekosistem (hutan, pertanian, perairan, pegunungan, lahan basah, padang rumput, ekosistem pulau)
|
52 | 0 | 86 | 68 |
|
└─
4.a.1
Merehabilitasi lahan terdegradasi pada Ekosistem Mangrove, Hutan Dataran Rendah, Terumbu Karang dan Padang Lamun
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
KM-GBF
2.CT.1
Proporsi lahan terdegradasi terhadap total luas daratan
|
1 |
|
└─
4.a.2
Pemantauan kwalitas air yang penting bagi masyarakat
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
11.CT.2
Proporsi badan air dengan kualitas air ambien yang baik
KM-GBF
7.1
Indeks eutrofikasi pesisir
|
1 |
|
└─
4.a.3
Pemulihan ekosistem yang terdegradasi di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.4
Pemulihan ekosistem perairan yang terdegradasi di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.5
Danau Prioritas yang Dikendalikan Kerusakannya
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.CT.1
Proporsi lahan terdegradasi terhadap total luas daratan
KM-GBF
11.CT.2
Proporsi badan air dengan kualitas air ambien yang baik
|
3 |
|
└─
4.a.6
Danau yang direvitalisasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
11.CT.2
Proporsi badan air dengan kualitas air ambien yang baik
|
3 |
|
└─
4.a.7
Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara Vegetatif di DAS yang dipulihkan
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
2 |
|
└─
4.a.8
Rehabilitas Hutan dan Lahan secara sipil teknis di DAS yang dipulihkan
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
2 |
|
└─
4.a.9
Lahan Gambut yang Direstorasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.10
Pemulihan Ekosistem Mangrove
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
1 |
|
└─
4.a.11
Rehabilitasi Kawasan Mangrove di luar Kawasan hutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.12
Rehabilitasi ekosistem terdegradasi di daerah
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
2 |
|
└─
4.a.13
Rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang rusak
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
2 |
|
└─
4.a.14
Rehabilitasi ekosistem soft coral yang rusak
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
1 |
|
└─
4.a.15
Rehabilitasi ekosistem lamun yang rusak (KLHK)
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
A.1
Daftar Merah Ekosistem
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
1 |
|
└─
4.a.16
Rehabilitasi ekositem lamun yang rusak (KKP)
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
1 |
|
└─
4.a.17
Rehabilitasi Kawasan pesisir dan pulau – pulau kecil
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.18
Rehabilitasi jalur migrasi biota laut yang dilindungi
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
A.CT.6
Indeks Keterhubungan Kawasan Lindung
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
|
3 |
|
└─
4.a.19
Pemulihan area lahan bekas aktivitas pertambangan di dalam Kawasan hutan secara vegetatif
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.20
Luasan Reklamasi dan Pasca tambang
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.21
Pemulihan lahan bekas pertambangan rakyat secara vegetatif
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.22
Penanaman vegetasi pantai
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
2.1
Luas area dalam restorasi
|
3 |
|
└─
4.a.23
Koridor alami yang dipertahankan di hutan dan lahan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.6
Indeks Keterhubungan Kawasan Lindung
KM-GBF
3.CT.1
Indeks Keterhubungan Kawasan Lindung
|
3 |
|
└─
4.a.24
Pembangunan Prasarana Pemulihan Sumber Daya Ikan Berkelanjutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.2
Terwujudnya Peningkatan Restorasi, Rehabilitasi, dan Reklamasi
KM-GBF
TARGET.2
Target 2: Restorasi minimal 30% ekosistem terdegradasi
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
|
5 |
|
└─
4.a.25
Keanekaragaman Hayati Perairan Terancam Punah yang Dilindungi dan/atau Dilestarikan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
5 |
|
└─
4.a.26
Keanekaragaman Hayati Perairan yang dikelola pemanfaatannya secara Berkelanjutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
5.1
Proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis
KM-GBF
9.1
Manfaat dari pemanfaatan berkelanjutan spesies liar
|
5 |
|
Objektif 4.b
23 program
Mengendalikan laju kepunahan populasi spesies langka/ terancam punah
|
46 | 0 | 85 | 55 |
|
└─
4.b.1
Perlindungan habitat Bekantan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
2 |
|
└─
4.b.2
Perlindungan habitat Orangutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.3
Perlindungan Habitat Badak
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.4
Perlindungan Habitat Pesut
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.5
Perlindungan Habitat Buaya Siam
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.6
Perlindungan Habitat Ibis Karau
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.7
Perlindungan habitat Penyu
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.CT.3
Indeks Habitat Spesies
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.8
Perlindungan habitat ulin, meranti dan gaharu atau spesies vegetasi lainnya
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.9
Pembangunan kebun koleksi/ arboretum jenis-jenis endemik dan langka Kalimantan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
2 |
|
└─
4.b.10
Pengendalian dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar yang tidak Dilindungi dan/atau Tidak Masuk dalam Lampiran CITES
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
5.CT.1
Indeks Daftar Merah (dampak pemanfaatan) untuk spesies yang dimanfaatkan
|
2 |
|
└─
4.b.11
Penyelamatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.12
Pengelolaan dan Pembangunan Unit Perlindungan Satwa
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
3 |
|
└─
4.b.13
Pengembangan Spesies Prioritas
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.4
Proporsi populasi dalam spesies dengan ukuran populasi efektif lebih dari 500
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.14
Indentifikasi Status Keterancaman Nasional (National Assessment)
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
21.CY.4
Proporsi spesies yang diketahui dan telah dinilai melalui Daftar Merah IUCN
KM-GBF
21.CY.5
Jumlah penilaian pada Daftar Merah IUCN
|
2 |
|
└─
4.b.15
Penilaian Indeks Daftar Merah Nasional
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
2 |
|
└─
4.b.16
Rencana aksi nasional konservasi spesies daratan
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.17
Rencana aksi nasional konservasi spesies perairan
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
|
2 |
|
└─
4.b.18
Identifikasi Status kekinian/stock taking spesies yang endemik, dilindungi, dan terancam punah
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
21.CY.4
Proporsi spesies yang diketahui dan telah dinilai melalui Daftar Merah IUCN
|
1 |
|
└─
4.b.19
Penurunan jumlah kejadian konflik satwa liar
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
4.CT.3
Indikator konflik manusia–satwa liar
|
3 |
|
└─
4.b.20
Penyusunan dokumen wildlife hazard management plan
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
4.CT.3
Indikator konflik manusia–satwa liar
|
4 |
|
└─
4.b.21
Penurunan jumlah kejadian biota perairan terdampar
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
4 |
|
└─
4.b.22
Operasi pengaman dan pengawasan di kawasan hutan /[kawasan konservasi]
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
4 |
|
└─
4.b.23
Operasi pengamanan dan pengawasan kehati di kawasan perairan
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
3.1
Cakupan kawasan lindung dan langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM)
|
4 |
|
Objektif 4.c
5 program
Memulihkan dan restorasi populasi spesies langka/ terancam punah
|
11 | 0 | 19 | 10 |
|
└─
4.c.1
Pemantauan TSL yang dipelihara oleh masyarakat
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
2 |
|
└─
4.c.2
Upaya domestikasi bagi TSL yang sudah dikuasai reproduksinya
|
2 | - |
IBSAP
TN.7
Terwujudnya Pengurangan Risiko dan Penguatan Ketahanan terhadap Dampak Perubahan Iklim pada Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.8
Target 8: Meminimalkan dampak perubahan iklim dan pengasaman laut melalui solusi berbasis alam
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
2 |
|
└─
4.c.3
Re-introduksi/pelepasliaran spesies terancam punah
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.2
Status hijau spesies
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
|
2 |
|
└─
4.c.4
Kegiatan mempertahankan kemurnian genetik spesies terancam punah dan/atau target
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.4
Proporsi populasi dalam spesies dengan ukuran populasi efektif lebih dari 500
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
|
2 |
|
└─
4.c.5
Patroli Inventarisasi dan monitoring spesies terancam punah
|
3 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
A.3
Indeks Daftar Merah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
2 |
|
Objektif 4.d
10 program
Mengendalikan ancaman spesies asing invasif
|
20 | 0 | 30 | 17 |
|
└─
4.d.1
Pemantauan perdagangan satwa dan tumbuhan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
1 |
|
└─
4.d.2
Pemantauan jenis asing invasive yang telah tersebar di alam
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
1 |
|
└─
4.d.3
Penanggulangan Jenis asing invasive yang sebarannya membahayakan lingkungan
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
1 |
|
└─
4.d.4
Identifikasi spesies asing invasif di ekosistem darat dan perairan darat
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
2 |
|
└─
4.d.5
Identifikasi jumlah spesies asing invasif di ekosistem laut
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
2 |
|
└─
4.d.6
Pelaksanaan Analisis Resiko pada spesies asing dan/atau Invasif
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
2 |
|
└─
4.d.7
Pencegahan masuknya spesies asing invasif
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
2 |
|
└─
4.d.8
Pengendalian dan Penanganan Dampak Spesies Asing Invasif di dalam kawasan hutan
|
2 | - |
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
2 |
|
└─
4.d.9
Pengendalian dan Penanganan Dampak Jenis Ikan berbahaya
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.1
Laju pembentukan populasi spesies asing invasif
|
2 |
|
└─
4.d.10
Penguatan kebijakan dan regulasi terkait pengelolaan dan pengendalian ancama Spesies Asing Invasif
|
2 | - |
IBSAP
TN.5
Terwujudnya Penurunan Penyebaran Jenis Asing Invasif
KM-GBF
TARGET.6
Target 6: Mengurangi introduksi dan dampak spesies asing invasif
KM-GBF
6.b
Jumlah negara yang mengadopsi regulasi, proses, dan langkah untuk mengurangi dampak spesies asing invasif
|
2 |
|
Goal 5
2 obj · 20 prog
Pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta database dan sistem informasi keanekaragaman hayati
|
40 | 0 |
67 Integrasi
|
63 |
|
Objektif 5.a
11 program
Pengembangan sistem informasi
|
22 | 0 | 34 | 29 |
|
└─
5.a.1
Pengembangan system informasi berbasis partisipasi masyarakat tentang Kehati
|
2 | - |
IBSAP
TN.17
Terwujudnya Partisipasi dan Keterwakilan yang Inklusif dari Masyarakat dalam Perencanaan, Perumusan Kebijakan, dan Akses Terhadap Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.22
Target 22: Partisipasi penuh masyarakat adat dan komunitas lokal, perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; perlindungan pembela HAM lingkungan
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
- |
|
└─
5.a.2
Pelatihan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas untuk teknik Pengembangan system informasi berbasis partisipasi masyarakat
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
- |
|
└─
5.a.3
Penetapan Jejaring dan Kemitraan Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut
|
2 | - |
IBSAP
TN.15
Terwujudnya Penguatan Pengetahuan melalui Integrasi Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
21.CT.2
Partisipasi masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengambilan keputusan terkait pelaksanaan Konvensi di semua tingkat
|
2 |
|
└─
5.a.4
Penguatan layanan balai kliring keanekaragaman hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.15
Terwujudnya Penguatan Pengetahuan melalui Integrasi Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
4 |
|
└─
5.a.5
Peserta Program Mobilitas Talenta Riset dan Inovasi
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
4 |
|
└─
5.a.6
Peningkatan pengembangan dan pengelolaan Stasiun Pemantauan Keanekaragaman Hayati pada kawasan hutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
5.a.7
Peningkatan pengembangan dan pengelolaan Stasiun Pemantauan Keanekaragaman Hayati pada kawasan perairan
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
5.a.8
Peningkatan pengembangan dan pengelolaan Stasiun Pemantauan Keanekaragaman Hayati dengan fokus riset
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
5.a.9
Pengembangan inovasi dan teknologi terkait keanekaragaman hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
3 |
|
└─
5.a.10
Pengembangan fasilitas koleksi ilmiah keanekaragaman hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
4.CT.1
Jumlah sumber daya genetik (a) tanaman dan (b) hewan untuk pangan dan pertanian yang diamankan di fasilitas konservasi jangka menengah atau panjang
|
3 |
|
└─
5.a.11
Pengembangan valuasi keanekaragaman hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
B.1
Jasa yang disediakan oleh ekosistem
|
4 |
|
Objektif 5.b
9 program
Kemudahan akses informasi keanekaragaman hayati
|
18 | 0 | 33 | 34 |
|
└─
5.b.1
Menginventarisir hasil penelitian pada lembaga penelitian dan perguruan tinggi terkait kehati dan pemanfaatan kehati
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
5.b.2
Menginventarisir lembaga penelitian kehati dan pemanfataan kehati, dan hasil penelitiannya
|
2 | - |
IBSAP
TN.13
Terwujudnya Pengayaan dan Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi
KM-GBF
TARGET.20
Target 20: Pengembangan kapasitas, alih teknologi, serta kerja sama teknis dan ilmiah
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
5.b.3
Menyediakan informasi peluang dana penelitian untuk peneliti
|
2 | - |
IBSAP
TN.12
Terwujudnya Pemanfaatan yang Berkelanjutan Serta Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional
KM-GBF
TARGET.13
Target 13: Pembagian manfaat yang adil dan merata dari sumber daya genetik, DSI, dan pengetahuan tradisional
KM-GBF
D.1
Pendanaan publik internasional, termasuk bantuan pembangunan resmi (ODA), untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati dan ekosistem
KM-GBF
D.2
Pendanaan publik domestik untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati dan ekosistem
|
3 |
|
└─
5.b.4
Menyiapkan dana penelitian dan kajian kehati dengan dana pemerintah maupun pihak ketiga
|
2 | - |
IBSAP
TN.19
Terwujudnya Peningkatan Dukungan Sumber Daya Finansial secara Substantif dan Progresif untuk Implementasi IBSAP yang Efektif, Efisien, dan Transparan
KM-GBF
TARGET.19
Target 19: Memobilisasi sumber daya keuangan dari semua sumber
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
|
3 |
|
└─
5.b.5
Penguatan Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.15
Terwujudnya Penguatan Pengetahuan melalui Integrasi Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
21.CT.1
Indeks Informasi Spesies
KM-GBF
21.CY.2
Pertumbuhan rekaman kemunculan spesies yang dapat diakses melalui GBIF
|
4 |
|
└─
5.b.6
Penguatan data dan informasi sumber daya hutan
|
2 | - |
IBSAP
TN.15
Terwujudnya Penguatan Pengetahuan melalui Integrasi Data dan Informasi Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
A.2
Luas ekosistem alami
KM-GBF
21.1
Indikator informasi keanekaragaman hayati untuk memantau Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
KM-GBF
10.2
Kemajuan menuju pengelolaan hutan lestari
|
4 |
|
└─
5.b.7
Penerapan Solusi Keuangan Inovatif melalui keterlibatan swasta, skema pembiayaan campuran (blended finance) dan solusi keuangan berbasis pasar
|
2 | - |
IBSAP
TN.18
Terwujudnya Transparansi Sektor Swasta dan Finansial dalam Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Berkurangnya Dampak Negatif Operasi Bisnis terhadap Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.15
Target 15: Dunia usaha dan lembaga keuangan menilai dan mengungkapkan risiko, ketergantungan, dan dampak keanekaragaman hayati
KM-GBF
D.3
Pendanaan swasta (domestik dan internasional) untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati dan ekosistem
KM-GBF
18.1
Insentif positif yang diterapkan untuk mendorong konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati
|
4 |
|
└─
5.b.8
Peningkatan pengungkapan pengelolaan keanekaragaman hayati oleh sektor swasta dan lembaga keuangan
|
2 | - |
IBSAP
TN.19
Terwujudnya Peningkatan Dukungan Sumber Daya Finansial secara Substantif dan Progresif untuk Implementasi IBSAP yang Efektif, Efisien, dan Transparan
KM-GBF
TARGET.19
Target 19: Memobilisasi sumber daya keuangan dari semua sumber
KM-GBF
15.1
Jumlah perusahaan yang mengungkapkan risiko, ketergantungan, dan dampaknya terkait keanekaragaman hayati
|
5 |
|
└─
5.b.9
Pengembangan insentif terkait keanekaragaman hayati
|
2 | - |
IBSAP
TN.20
Terwujudnya Reformasi Insentif untuk Mendukung Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.18
Target 18: Mereformasi subsidi yang merugikan dan meningkatkan insentif positif
KM-GBF
18.1
Insentif positif yang diterapkan untuk mendorong konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati
|
5 |
|
Goal 6
1 obj · 9 prog
Peningkatan kapasitas kelembagaan dan pranata kebijakan dan penegakan hukum kehati
|
18 | 0 |
30 Integrasi
|
34 |
|
Objektif 6.a
9 program
Kelembagaan yang memiliki prasarana dan sarana pendukung untuk mewujudkan keberhasilan pengelolaan keanekaragaman hayati secara lestari, seperti kapasitas SDM, organisasi, pendanaan, perangkat pengelola, dll
|
18 | 0 | 30 | 34 |
|
└─
6.a.1
Pelatihan dan sosialisasi pengenalan jenis TSL yang dilindungi dan Kehati Penting
|
2 | - |
IBSAP
TN.16
Terwujudnya Pengarusutamaan Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Nasional
KM-GBF
TARGET.14
Target 14: Mengintegrasikan keanekaragaman hayati ke dalam kebijakan, perencanaan, proses pembangunan, dan akuntansi
KM-GBF
TARGET.21
Target 21: Data, informasi, dan pengetahuan terbaik yang dapat diakses pengambil keputusan dan publik
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
5 |
|
└─
6.a.2
Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Tetangga, Dishut dan Balai TNK membentuk lembaga pengelola perlindungan habitat Kehati (flora fauna) di tingkat regional
|
2 | - |
IBSAP
TN.17
Terwujudnya Partisipasi dan Keterwakilan yang Inklusif dari Masyarakat dalam Perencanaan, Perumusan Kebijakan, dan Akses Terhadap Keanekaragaman Hayati
KM-GBF
TARGET.22
Target 22: Partisipasi penuh masyarakat adat dan komunitas lokal, perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; perlindungan pembela HAM lingkungan
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
5 |
|
└─
6.a.3
Peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM dalam pengelolaan kehati di Prov. Kalimantan Timur
|
2 | - |
IBSAP
TN.14
Terwujudnya Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keamanan Hayati
KM-GBF
TARGET.17
Target 17: Langkah keamanan hayati dan penanganan bioteknologi
KM-GBF
20.b
Jumlah negara yang telah mengambil tindakan signifikan untuk memperkuat pengembangan kapasitas, akses dan alih teknologi, serta mendorong pengembangan dan akses terhadap inovasi dan kerja sama teknis dan ilmiah
|
5 |
|
└─
6.a.4
Penyelesaian kasus Penegakan hukum Pidana Hutan dan Lahan yang sampai P-21 (berkas perkara lengkap)
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
5 |
|
└─
6.a.5
Operasi Peredaran Hasil Hutan Kayu dan HHBK Ilegal
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
5 |
|
└─
6.a.6
Penyelesaian penyidikan tindak pidana kelautan dan perikanan (TPKP)
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
TARGET.9
Target 9: Pengelolaan dan pemanfaatan spesies liar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat
KM-GBF
TARGET.10
Target 10: Pertanian, akuakultur, perikanan, dan kehutanan berkelanjutan
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
2 |
|
└─
6.a.7
Penanganan Tindak Pidana Perairan (PN)
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
2 |
|
└─
6.a.8
Tuntutan perkara pidana perdagangan ilegal TSL, serta pidana perairan
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
3 |
|
└─
6.a.9
Putusan peredilan terkait perdagangan ilegal TSL, serta pidana perairan yang sudah inkrah dan sudah dieksekusi
|
2 | - |
IBSAP
TN.8
Terwujudnya Pemanfaatan Sumber Daya Hayati yang Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat
KM-GBF
TARGET.5
Target 5: Pemanfaatan, pemanenan, dan perdagangan spesies liar yang berkelanjutan, aman, dan legal
KM-GBF
5.b
Jumlah negara dengan instrumen hukum atau kerangka kebijakan lain untuk mengatur perdagangan spesies liar
|
2 |
|
Goal 7
1 obj · 3 prog
Penyelesian konflik keanekaragaman hayati
|
6 | 0 |
9 Integrasi
|
7 |
|
Objektif 7.a
3 program
Ketersediaan SDM yang menguasi unsur yang dikelola dalam pengelolaan keanekaragaman hayati dan perangkat pendukung ferifikasi penyebab konflik, dan perangkat sarana fasilitasi/mediasi penyelesaian konflik keanekaragaman hayati.
|
6 | 0 | 9 | 7 |
|
└─
7.a.1
Pelatihan fasilitator/ mediator penyelesaian konflik
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.3
Indikator konflik manusia–satwa liar
|
3 |
|
└─
7.a.2
Pelatihan dan pembentukan Pokja Konflik Satwa Liar dan Manusia
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
4.CT.3
Indikator konflik manusia–satwa liar
|
3 |
|
└─
7.a.3
Sertifikasi Petugas di bidang kapal perikanan
|
2 | - |
IBSAP
TN.4
Terwujudnya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Spesies dan Genetik
KM-GBF
TARGET.4
Target 4: Menghentikan kepunahan spesies, memulihkan spesies, melindungi keragaman genetik, dan mengelola konflik manusia–satwa
KM-GBF
5.CT.2
Tingkat implementasi instrumen internasional untuk memberantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU)
|
1 |
| Total Keseluruhan | 419 | 0 | 773 Integrasi | 567 |
Catatan: Data statistik pelaporan aksi yang ditampilkan saat ini merupakan data simulasi/contoh untuk keperluan demonstrasi sistem dan belum mencerminkan data aktual.
Kekayaan hayati khas Kalimantan Timur yang menjadi prioritas konservasi.
Baung Mahakam
Lele kecil dengan cekungan seperti sendok di atas mata.
Ikan Mahakam
Ikan kecil bersirip merah, dideskripsikan sebagai spesies baru 2025.
Lutung Miller
Lutung langka bertungkai gelap, sebaran terbatas di Kalimantan Timur.
Jaringan kawasan lindung, taman nasional, dan ekosistem esensial yang menjadi benteng pertahanan terakhir biodiversitas Kaltim.
·
·
·
·
·
·
Mengenal berbagai tipe ekosistem yang menjadi habitat flora dan fauna di Kalimantan Timur.
Akses dokumen, laporan, dan publikasi terkait keanekaragaman hayati.
Dapatkan informasi terbaru seputar kegiatan konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Hai Sobat Perencana!👋Bappeda Provinsi Kalimantan Timur turut berperan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Keanekarag...
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Sosialisasi Sistem Informasi Keanekaragaman Hayati (...
DLH Kaltim dan GIZ GBFI Sosialisikan Sistem Informasi Kehati untuk Perkuat Tata Kelola Lingkungan Berbasis DigitalSAMARI...
Ringkasan jumlah kunjungan, pengunjung unik, dan tren akses ke Sistem Informasi Keanekaragaman Hayati.
Memuat statistik...
Total Pageviews
Unique Visitors
Hari Ini
Active Users
Pageviews & Unique Visitors (15 Hari Terakhir)
Perbandingan setiap tahun
Daftar sebagai pelapor lapangan, peneliti, atau mitra instansi untuk berkontribusi secara nyata ke dalam basis data biodiversitas kita.